Gema Syiar di Desa Sei Piring: Kala Ayat Suci Menyatukan Hati


[Sei Piring, 28 Januari 2026]
– Ada harmoni yang berbeda menyelimuti Aula Desa Sei Piring pada Rabu pagi. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas administratif biasa, melainkan getaran suara merdu qari dan ketukan ritmis rebana yang menandai dimulainya perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Desa Sei Piring 2026.

Acara ini bukan hanya sebuah perlombaan, melainkan sebuah "kenduri spiritual" yang menyatukan seluruh lapisan warga dalam satu semangat kebersamaan.

Sinergi di Balik Panggung Syiar


Kesuksesan pembukaan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Terlihat hadir memberikan dukungan moral, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pulau Rakyat yang hadir mewakili Camat Pulau Rakyat. Beliau bersama Kepala Desa Sei Piring, BPD, LPM, dan tokoh agama setempat duduk bersama, menyaksikan bakat-bakat terpendam dari dusun ke dusun mulai bermunculan.

Nuansa formal kepemerintahan berbaur indah dengan suasana kekeluargaan yang kental. Hal ini menunjukkan bahwa urusan iman dan budaya adalah tanggung jawab kolektif seluruh perangkat desa dan masyarakat.

"Kita ingin Al-Qur'an dan seni Islami bukan hanya jadi pajangan di rak buku atau kaset lama, tapi menjadi napas kehidupan anak muda di Sei Piring," ungkap Kepala Desa Sei Piring dalam sambutannya yang disambut hangat oleh warga.

Lebih dari Sekadar Tropi dan Juara


Perwakilan Camat Pulau Rakyat dalam arahannya menekankan sebuah poin penting: MTQ dan FSQ adalah instrumen pembangunan manusia. Beliau berharap lewat kompetisi ini, karakter masyarakat yang religius dan bermental kuat dapat terbentuk secara alami, bukan karena paksaan, melainkan karena cinta.


Apa Manfaat Nyata Bagi Masyarakat Desa Sei Piring?

Kegiatan semegah ini tentu membawa dampak positif yang luas bagi publik, di antaranya:

  • Panggung Pembuktian Bakat (Local Heroes): Banyak warga yang memiliki suara indah atau kemahiran bermusik qasidah namun malu untuk tampil. Ajang ini menjadi tempat mereka menunjukkan potensi diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi (Kecamatan atau Kabupaten).

  • Penguatan Benteng Moral Remaja: Di tengah arus informasi digital yang tak terbendung, MTQ dan FSQ menjadi "jangkar" yang menarik generasi muda kembali ke akar nilai-nilai keagamaan, menjauhkan mereka dari potensi kenakalan remaja.

  • Ruang "Healing" Spiritual: Menghadiri dan mendengarkan lantunan ayat suci serta syair qasidah memberikan ketenangan batin tersendiri bagi warga, menjadi sarana penyegaran mental di tengah kesibukan bekerja.

  • Silaturahmi Tanpa Sekat: Acara ini menjadi momentum langka di mana warga dari berbagai dusun bertemu, bertegur sapa, dan saling mendukung. Ini adalah cara paling efektif untuk merawat persatuan dan kesatuan di tingkat desa.

Menatap Masa Depan yang Lebih Berkah

Dengan dimulainya MTQ dan FSQ ini, Desa Sei Piring sedang mengirimkan pesan kuat: bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan jalan atau jembatan, tetapi juga dari seberapa kokoh iman dan karakter masyarakatnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama