Kegiatan Penyaluran Bantuan Pangan ini bukan hanya sekadar pembagian sembako, melainkan Investasi Gizi Jangka Panjang yang ditujukan khusus untuk Balita, Ibu Hamil, dan Calon Pengantin (Catin). Tujuannya jelas: memutus rantai stunting sejak dini.
💡 Dari Kabupaten Hingga ke Dapur Keluarga
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Camat Pulau Rakyat, didampingi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Asahan, Korwil PPKBPPPA, serta Bidan Desa Baru yang mewakili Puskesmas. Kehadiran jajaran ini menegaskan komitmen penuh pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus.
Manfaat Langsung dari Bantuan Ini:
Bantuan Pangan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan gizi spesifik untuk melawan stunting. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan paket lengkap yang berisi:
Beras & Minyak Goreng: Sebagai sumber energi utama.
Telur & Kacang Hijau: Bintang utama penangkal stunting! Telur kaya protein hewani, sementara kacang hijau menyediakan protein nabati esensial. Keduanya vital untuk pertumbuhan optimal otak dan fisik anak.
Gula Merah & Gula Pasir: Sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi harian.
Kontribusi Nyata untuk Visi Asahan
Upaya penurunan risiko stunting adalah jantung dari misi Mewujudkan Asahan yang Sejahtera dan Maju. Keluarga yang sehat dan anak-anak yang tumbuh cerdas adalah prasyarat utama pembangunan.
"Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi masalah kualitas SDM masa depan. Dengan memberikan gizi yang tepat sasaran hari ini, kita sedang memastikan anak-anak Desa Baru tumbuh menjadi generasi yang kompeten, yang kelak akan memajukan Asahan. Kolaborasi DKP, PPKBPPPA, Puskesmas, dan Desa ini adalah wujud nyata kerja bersama demi masyarakat," ujar Camat Pulau Rakyat.
🤝 Semangat Bekerja Baik dan Penuh Keikhlasan
Kegiatan ini melibatkan Kepala Desa Baru, Ketua TP PKK Desa Baru, dan seluruh perangkat desa, yang bahu-membahu memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.
Semoga semangat ini—TETAP SEMANGAT DAN TERUSLAH BEKERJA BAIK DENGAN PENUH KEIKLASAN—terus menjiwai setiap program kerja, demi terciptanya Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang segera menjadi Keluarga Sehat dan Sejahtera.