Halo Sahabat Tani, Warga Desa Manis, dan Pemerhati Ketahanan Pangan!
Ketahanan pangan adalah pertahanan negara yang paling hakiki. Untuk memastikan dapur masyarakat tetap mengepul dan ekonomi lokal tetap tangguh, sinergi antara aparat keamanan, TNI, dan pemerintah daerah menjadi sangat penting.
Pada hari Senin, 17 November 2025, Lapangan Desa Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, menjadi saksi keberhasilan kolaborasi ini melalui acara Panen Raya Jagung yang merupakan puncak dari Program Desa Binaan POLRI Mendukung Ketahanan Pangan (Penanaman Jagung 1 Ha 1 Desa) Tahun 2025.
🌟 Sinergi Tiga Pilar Penjaga Kedaulatan Pangan
Acara panen raya ini dihadiri oleh tim yang solid, menunjukkan komitmen multisektor terhadap sektor pertanian:
- Tim Polsek Pulau Raja (POLRI): Sebagai inisiator dan pembina utama program.
- Babinsa Koramil 16 Pulau Rakyat (TNI AD): Mendukung aspek keamanan, pendampingan teknis, dan ketahanan wilayah.
- Sekretaris Camat Pulau Rakyat: Mewakili Pemerintah Kecamatan dalam aspek kebijakan dan fasilitasi.
- Kepala Desa Manis beserta Jajaran: Sebagai penggerak dan pelaksana di tingkat desa.
🌽 Mengenal Program 1 Ha 1 Desa: Komitmen Polri untuk Pangan
Program Desa Binaan POLRI dengan fokus 'Penanaman Jagung 1 Hektar per 1 Desa' adalah inisiatif strategis POLRI untuk turun langsung ke masyarakat dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Program ini berfungsi ganda:
- Pendampingan Keamanan dan Pertanian: Anggota POLRI (Bhabinkamtibmas) dan TNI (Babinsa) tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi petani, memotivasi, dan mengatasi kendala yang ada di lapangan.
- Mewujudkan Lahan Produktif: Memastikan minimal 1 hektar lahan di setiap desa dimanfaatkan secara optimal untuk produksi komoditas pangan, dalam hal ini jagung.
Program ini selaras penuh dengan target nasional Swasembada Pangan Tahun 2025, di mana pemerintah berupaya menjadikan Indonesia mandiri dan berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokoknya, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menjamin stabilitas harga di pasar.
🌾 Jagung: Pahlawan di Tengah Krisis Pangan
Mengapa jagung (Zea mays) dipilih sebagai komoditas utama? Jagung memiliki peran strategis karena keunggulan gandanya:
- Tanaman Pangan dan Bahan Makanan: Jagung adalah sumber karbohidrat dan serat yang baik bagi manusia. Di Desa Manis, jagung bisa diolah menjadi makanan pokok alternatif atau produk olahan bernilai tambah.
- Pakan Ternak Vital: Sebagian besar produksi jagung nasional vital untuk industri pakan ternak (ayam, ikan, sapi). Panen yang sukses berarti menstabilkan harga pakan dan mendukung sektor peternakan lokal.
- Adaptasi Lokal: Jagung mudah beradaptasi dengan kondisi tanah di Padang Mahondang dan memiliki siklus panen yang relatif cepat, ideal untuk percepatan produksi.
✅ Manfaat Langsung Panen Raya Bagi Masyarakat
Keberhasilan panen jagung di Desa Manis ini bukan hanya prestasi di atas kertas, tetapi membawa dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat:
- Peningkatan Ekonomi Petani : Petani mendapatkan hasil panen maksimal dari pendampingan intensif, yang secara langsung meningkatkan pendapatan keluarga.
- Penciptaan Lapangan Kerja : Proses penanaman hingga panen (termasuk pasca-panen) melibatkan tenaga kerja lokal, memberikan kesempatan kerja harian di desa.
- Jaminan Ketersediaan Pangan Lokal : Hasil panen ini menambah stok pangan di tingkat desa, menjaga ketahanan pangan keluarga dari gejolak harga pasar.
- Penguatan Hubungan TNI/Polri-Rakyat : Program ini mendekatkan aparat keamanan dengan masyarakat melalui kegiatan produktif, menumbuhkan rasa saling percaya dan gotong royong.
Panen Raya Jagung di Desa Manis adalah bukti nyata bahwa ketika masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan bersatu, tantangan sebesar apa pun, termasuk mencapai swasembada pangan, dapat diatasi.
Mari kita jadikan Desa Manis sebagai model inspirasi ketahanan pangan di Kabupaten Asahan!



