Desa Tunggul 45, 05 Desember 2025 – Jumat lalu di Desa Tunggul 45 terasa begitu istimewa. Hari yang dikenal penuh berkah ini menjadi momentum perayaan syukur dan solidaritas yang menghangatkan hati. Pemerintah Desa Tunggul 45 menggelar acara serentak: mensyukuri terbentuknya BUMDes Ketahanan Pangan Ayam Petelur, disusul dengan penyerahan BLT Dana Desa, dan diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
Acara ini adalah gambaran sempurna bagaimana Desa Tunggul 45 membangun kesejahteraan: Ekonomi maju, spiritualitas terjaga.
🥚 BUMDes Ayam Petelur: Langkah Cerdas Menjamin Kesejahteraan
Perhatian utama jatuh pada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang baru lahir: Ketahanan Pangan Ayam Petelur. Ini adalah langkah strategis yang sangat cerdas.
Keunggulan BUMDes Ayam Petelur:
Stabilitas Pangan Lokal: Menjamin ketersediaan telur sebagai sumber protein murah bagi warga desa, sehingga ketahanan pangan keluarga tidak bergantung pada fluktuasi harga pasar luar.
Menciptakan Lapangan Kerja: Operasional peternakan dan distribusi telur akan membuka peluang kerja baru bagi pemuda dan warga desa.
Pendapatan Asli Desa (PADes): Keuntungan dari penjualan telur akan masuk kembali ke kas desa, yang kemudian dapat digunakan untuk membiayai program pembangunan lainnya.
BUMDes ini adalah bukti bahwa Desa Tunggul 45 tidak hanya menunggu bantuan, tetapi menciptakan kemandiriannya sendiri.
💖 Manfaat Ganda dari Jumat Berkah
Acara ini dihadiri oleh Camat Pulau Rakyat, Kepala Desa beserta istri, Tokoh Masyarakat kharismatik Bapak Sunjoyo (Pak Minggu), serta jajaran tokoh agama, BPD, LPM, Kader Posyandu, Kader PKK, dan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran tokoh formal dan informal ini menegaskan dukungan bulat terhadap visi desa.
Manfaat Ganda yang Dirasakan Masyarakat:
Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi: Melalui BLT Dana Desa, keluarga penerima manfaat mendapatkan suntikan dana yang sangat membantu meringankan beban kebutuhan pokok.
Keseimbangan Sosial-Spiritual: Santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa adalah wujud nyata kepedulian sosial (ukhuwah). Ini memperkuat ikatan emosional dan rasa tanggung jawab bersama di desa.
Motivasi Pembangunan: Kesuksesan pembentukan BUMDes menjadi inspirasi bahwa melalui gotong royong, desa mampu melakukan lompatan ekonomi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat Desa Tunggul 45 diajak untuk terus bergotong-royong, memperkuat persaudaraan, dan membangun desa secara bersama-sama. Semangat kebersamaan yang terpancar pada Jumat Berkah ini adalah inspirasi bagi publik: pembangunan desa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk mewujudkan Tunggul 45 yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya.



