Saat jarum jam mulai mendekati detik-detik pergantian tahun pada Rabu, 31 Desember 2025, suasana di wilayah hukum Polsek Pulau Raja tidak hanya dipenuhi oleh gemerlap persiapan pesta. Di bawah langit sore pukul 17.00 WIB, sebuah barisan besar terbentuk dalam satu napas perjuangan yang sama: Apel Siaga Gabungan.
Ini bukan sekadar seremonial. Di sana, berdiri bahu-membahu Kapolsek Pulau Raja, Danramil 16 Pulau Rakyat, hingga tiga Camat (Pulau Rakyat, Rahuning, dan Aek Kuasan). Pemandangan ini mengirimkan pesan kuat bahwa ketika keamanan rakyat dipertaruhkan, tidak ada lagi batas antarinstansi—yang ada hanyalah satu kesatuan komando untuk kedamaian.
Patroli Dialogis: Hadir di Tengah Doa dan Harapan
Tepat pukul 20.00 WIB, saat sebagian masyarakat memulai malam panjangnya, personel gabungan mulai bergerak. Mereka tidak hanya berpatroli dengan sirene, tetapi hadir dengan senyuman. Pengamanan difokuskan pada gereja-gereja dan pusat keramaian, memastikan setiap umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah penutup tahun dengan penuh khidmat tanpa rasa khawatir.
Patroli ini bersifat preventif dan komunikatif. Para petugas secara aktif berdialog dengan pengurus rumah ibadah dan tokoh masyarakat. Kehadiran personel Pemadam Kebakaran, para Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Kasi Trantib dari berbagai desa menunjukkan bahwa pengamanan ini dilakukan secara menyeluruh hingga ke akar rumput.
Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Langkah nyata yang dilakukan oleh tim gabungan ini membawa dampak langsung bagi warga di wilayah hukum Polsek Pulau Raja:
Jaminan Rasa Aman (Peace of Mind): Masyarakat dapat merayakan malam pergantian tahun dan melaksanakan ibadah dengan tenang, karena kehadiran aparat yang siaga di setiap titik rawan.
Kelancaran Arus Mobilitas: Pengaturan lalu lintas yang dilakukan personel mencegah terjadinya kemacetan parah dan kecelakaan di titik-titik pusat keramaian.
Pencegahan Gangguan Kamtibmas: Kehadiran fisik aparat secara masif menjadi deteren (penghambat) bagi pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan kriminal atau gangguan keamanan.
Respons Cepat Darurat: Keikutsertaan unit Damkar dan tim gabungan menjamin adanya respons instan jika terjadi situasi darurat di tengah kerumunan masyarakat.
Penguatan Kohesi Sosial: Dialog informal antara petugas dan warga selama patroli meningkatkan kepercayaan publik kepada pemerintah dan aparat keamanan.
Solidaritas Forkopimcam: Simbol Ketangguhan Daerah
Keunikan dari kegiatan ini terletak pada solidaritas lintas batas. Kerja sama antara Forkopimcam Pulau Rakyat bersama kecamatan tetangga (Rahuning dan Aek Kuasan) adalah bukti nyata bahwa stabilitas wilayah tidak bisa dibangun sendirian.
Sinergi antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam satu barisan apel menunjukkan bahwa ego sektoral telah ditinggalkan demi satu tujuan: Mewujudkan Asahan yang aman, damai, dan kondusif. Inilah fondasi utama yang mampu menginspirasi masyarakat untuk turut serta menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tahun 2026 dan seterusnya.
Selamat Datang 2026. Di bawah pengawalan sinergi yang solid, kita melangkah menuju tahun baru dengan penuh optimisme.