🧮 Memahami Bahasa Keadilan: PUG & PPRG
Untuk mencapai tujuan ini, para utusan kecamatan dibekali pemahaman mendalam tentang terminologi kunci yang menjadi jantung dari perencanaan yang adil:
1. PUG (Pengarusutamaan Gender): Strategi untuk menjadikan isu perbedaan kebutuhan laki-laki dan perempuan sebagai pertimbangan utama dalam semua kebijakan dan program pemerintah.
Manfaat: Pelayanan Lebih Ramah: Pelayanan publik dirancang agar nyaman bagi ibu, anak, dan laki-laki (misalnya, adanya ruang menyusui atau jam layanan fleksibel).
2. PPRG (Perencanaan & Penganggaran yang Responsif Gender): Proses teknis untuk mengubah komitmen PUG menjadi Anggaran (ARG) yang nyata dan terukur.
Manfaat: Dana Tidak Mubazir: Anggaran infrastruktur atau pelatihan disalurkan sesuai kebutuhan riil, menghindari program yang hanya menguntungkan satu kelompok saja.
3. GAP (Gender Analysis Pathway): Analisis untuk mengetahui perbedaan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang diterima laki-laki dan perempuan dari suatu program.
Manfaat: Program Lebih Tepat: Sebelum dana dikucurkan, pemerintah tahu persis siapa yang paling membutuhkan (misalnya, pelatihan diberikan ke kelompok ibu yang paling rentan secara ekonomi).
4. GBS (Gender Budget Statement): Dokumen yang mencatat secara rinci bagaimana anggaran suatu program sudah responsif gender.
Manfaat: Transparansi Anggaran: Masyarakat dapat melihat dan mengontrol, apakah dana benar-benar dialokasikan secara adil.
5. ARG (Anggaran Responsif Gender): Hasil akhir dari PPRG; anggaran yang sudah dipastikan berpihak pada kesetaraan dan keadilan.
Manfaat: Kesejahteraan Merata: Pembangunan di kecamatan akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara proporsional.
🌟 Dampak Nyata di Kecamatan Anda
Sasaran utama kegiatan ini adalah tersusunnya Tim Teknis PUG/PPRG di kecamatan dan terbitnya dokumen perencanaan yang bersifat ARG.
Dampak yang akan diterima masyarakat apabila hal-hal tersebut tercapai:
- Pembangunan Inklusif: Dana desa/kecamatan tidak hanya fokus pada jalan, tetapi juga pada kebutuhan kelompok rentan (misalnya, akses air bersih yang mudah dijangkau ibu hamil, atau pelatihan keterampilan untuk perempuan kepala keluarga).
- Peningkatan Kualitas SDM: Dengan perencanaan yang adil, akses pendidikan dan kesehatan (termasuk program penurunan stunting) akan lebih efektif dan menyeluruh.
- Kepemimpinan yang Akuntabel: Adanya ARG membuat pemerintah kecamatan lebih mudah diawasi dan dipertanggungjawabkan, karena data menunjukkan secara jelas kepada siapa manfaat pembangunan tersebut disalurkan.
Melalui Advokasi ini, Asahan menunjukkan komitmen kuat bahwa keberhasilan pembangunan diukur dari seberapa adilnya manfaat tersebut dirasakan oleh seluruh warga, sejalan dengan visi Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan.