Sejuknya Ukhuwah di Masjid Baiturrahman: Saat Hati dan Pikiran Menyatu dalam Kebaikan


Di tengah hiruk-pikuk akhir tahun, Desa Sei Piring memilih cara yang berbeda untuk bersyukur. Rabu siang, 24 Desember 2025, suasana di Dusun II terasa lebih teduh dari biasanya. Gema selawat dan langkah kaki para jemaah menuju Masjid Baiturrahman menjadi pertanda sebuah perhelatan spiritual besar bertajuk Pengajian Akbar sedang dimulai.


Lebih dari Sekadar Pertemuan Spiritual

Kegiatan ini bukan hanya tentang ritual, melainkan sebuah simfoni kebersamaan. Kehadiran TP. PKK dan DWP Kabupaten Asahan, Camat Pulau Rakyat bersama ketua TP PKK Kecamatan, hingga jajaran Forkopimcam dan para Kepala Desa, mengirimkan pesan kuat: bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga membangun "fondasi batin" masyarakatnya.

Saat Camat Pulau Rakyat membacakan pesan Bupati Asahan, tersirat harapan besar agar sinergi antara umaro (pemerintah), ulama, dan masyarakat terus terjaga. Inilah wajah asli kita—masyarakat yang harmonis, rukun, dan saling menguatkan dalam naungan nilai-nilai religius.


Mengetuk Pintu Hati Lewat Tausiah Sejuk

Ustadz yang mengisi mimbar tausiah, berhasil membawa suasana pengajian menjadi dialog batin yang hangat. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna, beliau mengingatkan bahwa akhlakul karimah adalah pakaian terbaik dalam setiap peran kita. Baik saat menjadi kepala keluarga, perangkat desa, maupun warga masyarakat, kejujuran dan ketulusan adalah kunci keberkahan.



Manfaat Nyata Pengajian Akbar Bagi Masyarakat

Kegiatan ini membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat Desa Sei Piring dan Kecamatan Pulau Rakyat, di antaranya:

  1. Penguatan "Radar" Spiritual: Menjadi sarana recharge keimanan di tengah tantangan zaman, sehingga masyarakat memiliki benteng moral yang kuat untuk menghadapi pengaruh negatif.

  2. Harmonisasi Sosial (Ukhuwah Islamiyah): Pertemuan lintas sektor (ASN, perangkat desa, dan tokoh masyarakat) dalam satu barisan pengajian mencairkan sekat-sekat formalitas, mempererat silaturahmi, dan menciptakan stabilitas sosial yang kokoh.

  3. Literasi Keagamaan yang Inklusif: Melalui tausiah yang mudah dipahami, masyarakat mendapatkan pemahaman agama yang moderat, sejuk, dan menekankan pada persatuan, bukan perpecahan.

  4. Dukungan Psikologis dan Motivasi: Bagi masyarakat, kegiatan kolektif seperti ini memberikan rasa tenang dan semangat baru untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimis dan penuh syukur.

  5. Penyelarasan Visi Daerah: Masyarakat menjadi lebih paham akan arah pembangunan pemerintah (Asahan yang religius dan berdaya saing) melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam sambutan formal maupun tausiah.

Pengajian di Desa Sei Piring ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bersujud dalam doa yang sama dan bergerak dalam langkah yang searah, maka kemajuan daerah yang bermartabat bukanlah hal yang mustahil. Semoga kesejukan dari Masjid Baiturrahman ini terus mengalir ke seluruh sudut Kabupaten Asahan.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama