[Kisaran, 28 Januari 2026] – Di balik meja pelayanan yang kita temui di kantor pemerintah, ada sebuah "mesin" besar yang terus dipantau performanya. "Mesin" itu bernama PEKPPP (Pemantauan Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik).
Aula Kenanga Kantor Bupati Asahan menjadi saksi sebuah pertemuan krusial. Bukan sekadar rapat rutin, pertemuan ini adalah momentum Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Penilaian Mandiri PEKPPP Tahun 2025. Sederhananya, Pemerintah Kabupaten Asahan sedang melakukan "cek kesehatan" secara mendalam terhadap kualitas layanan yang mereka berikan kepada Anda, warganya.
Menyatukan Visi, Menanggalkan Ego Sektoral
Pertemuan ini dihadiri oleh para pengambil kebijakan utama: Bapak Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Asahan, Kabag Organisasi dan Tata Laksana (Orta), serta para Camat se-Kabupaten Asahan.
Kecamatan Pulau Rakyat turut hadir sebagai garda depan, diwakili oleh Sekretaris Camat dan Kasi Pelayanan, berdampingan dengan para Kepala Puskesmas. Kehadiran lintas sektor ini mengirimkan pesan yang jelas: Pelayanan publik yang baik tidak bisa dikerjakan sendirian; ia butuh orkestra yang harmonis dari tingkat kabupaten hingga ke pelosok desa.
Bukan Sekadar Angka, Tapi Tentang Rasa
Evaluasi PEKPPP bukan sekadar urusan mengisi formulir atau mengejar angka penilaian. Di forum ini, aspek-aspek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dibedah satu per satu:
Apakah standar pelayanan sudah memudahkan warga?
Seberapa ramah dan kompeten petugas di lapangan?
Apakah sistem pengaduan sudah benar-benar solutif?
Inovasi apa yang bisa membuat pengurusan berkas jadi lebih singkat?
Suasana di Aula Kenanga berlangsung komunikatif. Ruang diskusi dibuka lebar agar setiap kendala di lapangan bisa disampaikan secara jujur dan dicarikan solusi bersama secara transparan.
Apa Manfaat Kegiatan Ini Bagi Anda (Masyarakat)?
Masyarakat mungkin jarang mendengar istilah PEKPPP, namun hasil dari kegiatan ini akan sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah manfaat konkretnya:
1. Birokrasi yang Lebih "Sat-Set" (Cepat & Tepat) Evaluasi ini bertujuan memangkas rantai birokrasi yang masih dianggap berbelit. Hasil akhirnya? Urus KTP, surat perizinan, hingga administrasi kependudukan lainnya akan terasa lebih singkat dan praktis.
2. Petugas yang Lebih Profesional Dengan memantau kompetensi aparatur, pemerintah memastikan bahwa petugas yang melayani Anda di Puskesmas atau Kantor Camat adalah orang-orang yang terlatih, solutif, dan mengedepankan senyum dalam pelayanan.
3. Suara Anda Lebih Didengar Salah satu poin evaluasi adalah mekanisme pengaduan. Kegiatan ini memastikan bahwa setiap masukan atau keluhan warga tidak hanya masuk ke kotak surat, tapi benar-benar dikelola dan dijawab secara akuntabel.
4. Keterbukaan Informasi (Tanpa Biaya Siluman) Fokus pada transparansi memastikan masyarakat tahu persis berapa lama waktu penyelesaian sebuah layanan dan (jika ada) berapa biaya resminya. Hal ini menutup celah terjadinya praktik pungli.
Menuju Asahan yang Lebih Responsif
Melalui kegiatan tindak lanjut ini, Pemerintah Kabupaten Asahan tidak sedang mengejar penghargaan semata. Target utamanya adalah membangun sistem pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif.
Harapannya, hasil evaluasi tahun 2025 menjadi batu loncatan agar di tahun 2026 ini, setiap warga yang pulang dari kantor pemerintah bisa tersenyum puas karena merasa dilayani dengan martabat yang tinggi.
Dari Aula Kenanga untuk Asahan yang lebih baik!