Siapa sangka, di balik hamparan hijau Desa Ofa Padang Mahondang, tersimpan "harta karun" yang menjadi kunci ketahanan bangsa? Senin, 5 Januari 2026, suasana desa terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, hari itu adalah perayaan atas kerja keras yang mengakar di tanah. Di bawah langit yang cerah, sinergi antara pemerintah dan masyarakat pecah dalam sukacita Panen Raya Jagung. Ini bukan hanya tentang memetik hasil tani, tapi tentang membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari halaman rumah kita sendiri.
Kegiatan Panen Raya dalam rangka swasembada pangan ini menjadi istimewa dengan kehadiran para penggerak wilayah. Ibu Sekretaris Camat Pulau Rakyat turun langsung mendampingi Kepala Desa Ofa Padang Mahondang, didukung penuh oleh pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta seluruh perangkat desa.
Mengapa Jagung Menjadi Bintang Utama Swasembada? Jagung bukan sekadar tanaman pelengkap. Memilih jagung sebagai pilar swasembada pangan memiliki keunggulan strategis:
Adaptabilitas Tinggi: Jagung relatif lebih tangguh terhadap perubahan cuaca dan dapat tumbuh subur di berbagai jenis lahan.
Sumber Energi Unggul: Sebagai alternatif karbohidrat selain beras, jagung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, menjadikannya pilihan pangan yang lebih sehat.
Nilai Ekonomis Ganda: Selain bijinya untuk pangan dan pakan ternak, limbah batangnya pun bisa diolah menjadi kompos atau pakan, menciptakan ekosistem pertanian tanpa limbah (zero waste).
Manfaat Nyata Bagi Masyarakat Ofa Padang Mahondang:
Stabilitas Ekonomi: Panen raya yang sukses memastikan ketersediaan stok pangan lokal, yang secara langsung menjaga kestabilan harga di pasar desa.
Kemandirian Desa: Masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan dari luar daerah, sehingga desa memiliki "tameng" terhadap krisis pangan global.
Penguatan Sinergi: Kehadiran TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan dalam panen ini memberikan rasa aman dan motivasi bagi petani bahwa negara hadir mendukung kesejahteraan mereka.
Keberhasilan di Desa Ofa Padang Mahondang adalah bukti bahwa dengan gotong royong, swasembada pangan bukanlah mimpi di siang bolong. Mari kita jadikan momentum ini sebagai inspirasi untuk terus mencintai dan mengonsumsi produk pangan lokal.
Ingin tahu lebih banyak tentang tips pertanian atau bagaimana desa kami mengelola ketahanan pangan? Pantau terus website resmi kami dan jangan ragu untuk berbagi ide atau pertanyaan Anda di kolom komentar. Mari kita tanam apa yang kita makan, dan makan apa yang kita tanam!